Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Amblasnya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, disebabkan faktor global dan musiman. 

Perry mengatakan, saat ini rupiah sudah undervalue alias di bawah harga wajar. Sebab, fundamental ekonomi RI kuat tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen, inflasi rendah di level 0,13 persen per April 2026, kredit tumbuh tinggi, dan masih kuatnya cadangan devisa. 

Nah ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,”

ujar Perry di Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.

Ada Dua Faktor Penyebab

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat membuka acara Talkshow Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat membuka acara Talkshow Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/bar)

Perry menjelaskan, tekanan yang ada pada rupiah akhir-akhir ini disebabkan oleh dua faktor, yakni global dan musiman. Untuk faktor global disebabkan oleh kenaikan harga minyak, suku bunga Amerika Serikat (AS) yang melonjak, hingga modal asing kabur dari emerging market termasuk Indonesia.

Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu harga minyak yang tinggi, dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen,”

jelasnya.

Sedangkan faktor musiman, pelemahan rupiah disebabkan oleh tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran dividen, utang, hingga kebutuhan jemaah haji. 

Memang dalam secara musiman April, Mei, Juni ini memang permintaan terhadap dolarnya tinggi. Ada untuk pembayaran repatriasi dividen, ada pembayaran utang dan juga untuk jemaah haji. Tapi rupiah adalah undervalue dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat,”

katanya.

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah (USD/IDR)

(April – Mei 2026)

TanggalKurs Spot (Rp)PerubahanCatatan Peristiwa
Awal April 2026~Rp 17.000Tekanan mulai meningkat sejak awal tahun
29 April 2026Rp 17.326Pelemahan 0,48%Rekor terlemah baru di akhir April
30 April 2026Rp 17.346Pelemahan 20 poinSempat menyentuh level terendah baru
4 Mei 2026Rp 17.394Pelemahan 0,33%Pelemahan di tengah surplus neraca perdagangan
5 Mei 2026Rp 17.424Pelemahan 0,17%Rekor terlemah baru (Jisdor: Rp 17.425)
6 Mei 2026Rp 17.454Pelemahan 30 poinLevel terendah sepanjang masa saat ini

Siapkan 7 Langkah Cepat

Untuk itu, Perry mengungkapkan bahwa otoritas moneter RI saat ini tengah menyiapkan tujuh jurus untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah, yang kini melemah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS. Tujuh strategi ini sudah disampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kami melaporkan kepada Pak Presiden, dan Pak Presiden merestui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting, yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan,”

ujar Perry.

Pilihan EditorAnisa Aulia

Direstui Prabowo, Gubernur BI Siapkan 7 Jurus Bangkitkan Rupiah