Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Rupiah terperosok sebesar 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp17.530 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah ini karena data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.

Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data inflasi AS yg lebih tinggi dari perkiraan,”

ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Rabu, 13 Mei 2026.

MSCI Jadi Sentimen

Selain itu Lukman menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah ini juga disebabkan oleh enam emiten yang didepak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard Index.

Hal lain yang memberatkan rupiah adalah jumlah perusahaan yang didepak dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026 jauh lebih banyak dari perkiraan awal pelaku pasar dan otoritas,”

jelasnya.

Impact Harga Minyak Dunia Naik

Lukman menuturkan, sentimen yang menyebabkan rupiah melemah pada hari ini juga karena masih tingginya harga minyak dunia.

Harga minyak mentah dunia yang masih terus naik ikut membebani rupiah,”

tuturnya.

Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah di kisaran Rp17.450-Rp17.600.

Tabel Referensi Kurs Jisdor BI (USD/IDR)

TanggalKurs Referensi Jisdor (Rp)Perubahan (Poin)Status
28 April 2026Rp 17.245Dasar Perbandingan
29 April 2026Rp 17.324Pelemahan 79Tekanan Meningkat
30 April 2026Rp 17.378Pelemahan 54Penutupan April
4 Mei 2026Rp 17.368Penguatan 10Rebound Tipis
5 Mei 2026Rp 17.425Pelemahan 57Menembus 17.400
6 Mei 2026Rp 17.405Penguatan 20Koreksi
7 Mei 2026Rp 17.362Penguatan 43Penguatan Terbesar
8 Mei 2026Rp 17.375Pelemahan 13Konsolidasi
11 Mei 2026Rp 17.415Pelemahan 40Tekanan Awal Pekan
12 Mei 2026Rp 17.514Pelemahan 99Rekor Terlemah (Tembus 17.500)

(Periode: 28 April – 12 Mei 2026)