Wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia naik 10,69 persen secara bulanan (month to month) pada Mei 2026. Kondisi ini bertolak belakang, dengan wisatawan nasional (wisnas) alias warga RI melancong ke luar negeri yang turun 14,49 persen secara mtm.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono jumlah perjalanan wisnas mencapai 550.382 orang atau turun 14,49 persen secara mtm. 

Pada bulan Mei tahun 2026 terdapat sebanyak 550 ribu perjalanan wisnus atau wisatawan nasional. Angka ini mengalami penurunan sebesar 14,49 persen secara bulanannya, secara tahunan juga mengalami penurunan sebesar 6,05 persen,”

ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Avtur dan Rupiah Jadi Penyebab

Penumpang pesawat berjalan keluar dari terminal kedatangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/3/2026). PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat pergerakan arus balik Lebaran 2026 pada Selasa (24/3) mencapai 190.429 orang yaitu 90.749 penumpang keberangkatan dan 99.680 penumpang kedatangan dengan total pergerakan pesawat 1.184 penerbangan dan puncaknya diprediksi pada Sabtu (28/3) dengan estimasi penumpang mencapai 198.387 orang serta 1.221 penerbangan.
Penumpang pesawat berjalan keluar dari terminal kedatangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/3/2026). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.)

Ateng menjelaskan, secara umum turunnya jumlah warga RI yang melakukan perjalanan ke luar negeri karena lonjakan harga avtur dan melemahnya rupiah. 

Menurunnya wisatawan nasional tersebut ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga tiket penerbangan akibat naiknya harga avtur dan juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utamanya,”

jelasnya.

Secara kumulatif atau Januari-Mei 2026, Ateng mengatakan bahwa jumlah wisnas yang melakukan perjalanan mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun sebesar 3,88 persen. 

Jumlah perjalanan wisnas selama Januari sampai dengan April tahun 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan atau menurun sebesar 3,88 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,”

katanya.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Liburan ke Makassar, Kenali 6 Aturan Tak Tertulis yang Perlu Dihormati Wisatawan

Wisman ke RI Naik

Wisatawan penumpang kapal cepat membawa barang setibanya di kawasan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Rabu (5/11/2025). Pemerintah daerah setempat bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan upaya promosi pariwisata secara berkelanjutan seperti melalui penyelenggaraan festival guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali yang pada tahun 2024 dikunjungi sekitar 1,1 juta wisatawan.
Wisatawan penumpang kapal cepat membawa barang setibanya di kawasan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Rabu (5/11/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)

Sementara itu, untuk kunjungan wisman ke Indonesia per Mei 2026 mencapai 1,38 juta atau naik 10,69 persen secara mtm dan 5,83 persen secara year on year (yoy.)

Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.193,552 kunjungan, sementara untuk wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 188.535 kunjungan,”

jelasnya.

Sedangkan sepanjang Januari-Mei tahun 2026 total kunjungan wisman mencapai 6,07 juta kunjungan atau naik 7,68 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang lalu.

Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Mei tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,”

terangnya.

Berdasarkan Negara

Adapun berdasarkan negaranya, wisman yang paling banyak ke Indonesia berasal dari Malaysia sebesar 21,58 persen. Australia sebanyak 11,22 persen, dan Singapura sebesar 9,89 persen. 

Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak masuk melalui bandara udara Ngurah Rai. Nah kunjungan ini terutama didominasi wisatawan pemegang paspor dari Australia,”

imbuhnya.