Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Jumat, 11 September 2026. IHSG anjlok sebesar 1,02 persen ke level 6.522.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,6 triliun dengan melibatkan 3,7 miliar saham dalam 203,7 ribu kali transaksi. Sebanyak 439 saham turun, 139 tidak bergerak, dan 108 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan melanjutkan trend pelemahan pada perdagangan hari ini. Trend pelemahan itu karena didorong kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, ia menyebut faktor Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi menaikkan suku bunga.
Dengan oil naik signifikan dan potensi The Fed naikkan suku bunga, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini,”
kata Fanny, dalam analisisnya, Jumat, 11 September 2026.
Pasar Asia
Fanny menjelaskan bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Dia mengatakan pelemahan itu seiring meningkatnya serangan terhadap jalur pelayaran dalam konflik yang meluas di Timur Tengah.
Adapun di Jepang indeks Nikkei 225 dan Topix kompak naik 0,2 persen. Kemudian, indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,25 persen, sebaliknya KOSDAQ naik 0,8 persen.
Sementara, Hang Seng Hong Kong melemah 1,3 persen, Taiex Taiwan turun 0,5 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 1,03 persen.
Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 6.530 hingga 6.570. Sementara, untuk level resist IHSG di kisaran 6.600 hingga 6.620.







