Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026. Rupiah melemah 0,31 persen atau 54 poin ke level Rp17.601 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan melemahnya rupiah didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang turun menekan mata uang dolar.

Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS,”

kata Lukman kepada Owrite, Jumat, 11 September 2026.

Lukman mengatakan melemahnya rupiah juga didorong oleh lonjakan harga minyak dunia. Sebab, kenaikan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan dapat berlangsung lebih lama.

Dengan demikian, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan melemah di kisaran Rp17.500 per dolar AS hingga Rp17.650 dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan hari ini, sejumlah nilai tukar negara Asia juga turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,31 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,21 persen.

Kemudian, Baht Thailand (THB) melemah 0,15 persen melawan dolar AS, Yen Jepang (JPY) melemah 0,04 persen. Lalu, Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,01 persen, serta Dolar Singapura (SGD) melemah 0,01 persen.