Sendok stainless steel dikenal tahan lama dan tidak mudah berkarat. Namun, setelah digunakan dalam waktu lama, sebagian sendok bisa mengalami perubahan warna, muncul bintik cokelat, hingga karat pada permukaannya.

Kondisi tersebut tentu membuat sebagian orang bertanya-tanya, apakah sendok stainless yang mulai berkarat masih aman digunakan atau sebaiknya dibuang? Sebelum memutuskan, kenali dulu penyebab dan kondisi karat pada sendok stainless.

Stainless Steel

Melansir dari laman Alodokter (18 April 2017), istilah stainless sering dianggap berarti logam yang sama sekali tidak bisa berkarat. Padahal, stainless steel tetap dapat mengalami korosi dalam kondisi tertentu.

Stainless steel memiliki kandungan kromium yang membentuk lapisan oksida pelindung di permukaannya.

Lapisan yang disebut passive layer ini membantu melindungi logam dari korosi dan dapat terbentuk kembali ketika permukaan stainless terkena oksigen.

Namun, perlindungan tersebut bukan berarti stainless steel kebal terhadap karat. Paparan kondisi tertentu, seperti lingkungan yang mengandung klorida, sisa makanan, kelembapan, atau kontaminasi partikel besi, dapat memicu korosi pada permukaannya.

Penyebab Berkarat

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya noda karat pada sendok stainless steel.

1.   Terlalu lama dalam kondisi basah. Sendok yang tidak segera dikeringkan setelah dicuci dapat lebih mudah mengalami noda atau perubahan pada permukaannya.

2.   Sisa makanan dan garam. Bahan yang mengandung garam atau senyawa tertentu dapat mengganggu lapisan pelindung stainless steel. Ion klorida, misalnya, dikenal dapat memicu pitting corrosion, yaitu korosi yang membentuk lubang-lubang kecil pada permukaan logam.

3.   Kontaminasi dari benda berbahan besi. Noda cokelat pada stainless bukan berasal dari stainless steel itu sendiri. Partikel besi dari benda berbahan baja biasa dapat menempel pada permukaannya. Ketika terkena air dan oksigen, partikel tersebut dapat berkarat.

4.   Kualitas dan jenis stainless steel. Stainless steel untuk alat makan tersedia dalam beberapa jenis. Pada sendok dan garpu, misalnya, dikenal penandaan 18/8, 18/10, dan 18/0 yang merujuk pada kandungan kromium dan nikelnya. Jenis stainless yang berbeda memiliki ketahanan korosi yang berbeda pula.

Apakah Aman Berkarat?

Jika yang terlihat hanya noda cokelat tipis atau perubahan warna di permukaan, kondisi tersebut dapat dicoba dibersihkan terlebih dahulu. Stainless steel memang dapat mengalami rust staining akibat kontaminasi permukaan, termasuk dari partikel besi, tanpa berarti seluruh material sendok telah mengalami kerusakan berat.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Sempatkan Makan Bersama Keluarga, Kebiasaan Ini Punya Banyak Manfaat

Namun, jika karat sudah disertai permukaan yang berlubang, kasar, mengelupas, retak, atau mengalami korosi cukup parah, sebaiknya sendok tidak lagi digunakan untuk bersentuhan langsung dengan makanan. Terlebih jika permukaannya sudah sulit dibersihkan.

Cara Bersihkan Karat

Jika karat masih berupa noda ringan di permukaan, sendok dapat dibersihkan dengan cara yang lembut. Gunakan soda kue dan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pada bagian yang bernoda, kemudian gosok perlahan menggunakan spons atau kain lembut. Setelah itu, bilas sampai bersih dan segera keringkan.

Cuka juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi noda pada stainless steel. Namun, setelah proses pembersihan, permukaan harus dibilas hingga tidak ada sisa bahan pembersih dan dikeringkan dengan baik.

Jadi sendok stainless yang memiliki sedikit noda karat tidak otomatis berarti berbahaya atau harus langsung dibuang. Yang lebih penting adalah melihat apakah karat hanya berupa noda permukaan atau sudah menyebabkan kerusakan pada material sendok.