Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima pewarta foto dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pada operasi pencarian hari keempat, Jumat, 11 September 2026, Basarnas mengerahkan dua unit drone thermal serta berbagai sarana darat dan pendukung lain guna menunjang proses pencarian.

“Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,”

kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad.

Amrad mengatakan tim gabungan memperluas memperluas pencarian hingga 3.243,7 nautical mile persegi. Ada empat sektor utama dan satu sektor khusus yang menjadi perhatian utama tim pencari dalam area tersebut.

“Kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian,”

ucap Amrad.

Pengerahan

Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.

Amrad turut melaporkan perkiraan kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,”

jelas dia.

Nihil

Rombongan itu hilang kontak sekira pukul 14.42 WIB, ketika hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB. Lokasi kejadian diduga di antara Pantai Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal lain telah berlangsung sejak 8 September. Kemarin, dalam pencarian hari ketiga, tim gabungan menemukan di koordinat 06°04’30.00″ LS dan temuan pelampung di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.

Kedua temuan tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah berkaitan dengan delapan orang hilang.

“Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,”

ujar Amrad.

Rombongan itu terdiri dari M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas); dan tiga awak kapal yaitu Warta (kapten), Sukarman (ABK), serta Heriyanto (guide).