Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, keberadaan banyak wakil menteri (wamen) di Kabinet Merah Putih kembali menjadi sorotan. Kabinet yang gemuk dinilai perlu dievaluasi melalui reshuffle.
Guru Besar Universitas Brawijaya (UB), Prof Anang Sujoko, menyoroti sejumlah posisi wamen di kabinet yang dianggap tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja kementerian. Posisi wamen dinilainya tak terlepas dari kebutuhan politik untuk mengakomodasi berbagai dukungan yang ikut menopang kemenangan Prabowo-Gibran.
Posisi wamen ini kan dalam rangka untuk mengakomodir banyaknya dukungan-dukungan dalam kemenangan itu. Banyaknya dukungan sehingga bagaimana posisi Prabowo-Gibran ini aman dalam proses kerjanya,”
kata Anang kepada Owrite, Selasa, 8 September 2026.
Namun menurut dia, persoalan muncul saat keberadaan wamen tak diikuti dengan kinerja yang mampu perkuat tugas menteri di kementerian masing-masing.
Ia menilai, posisi wamen seperti itu justru berpotensi jadi beban bagi keuangan negara bila tak memiliki fungsi dan kontribusi yang jelas.
Namun, sekali lagi kecenderungan yang terjadi wamen-wamen ini juga tidak memiliki kinerja yang mendukung menteri yang ada,”
jelas Anang.
Dia mengkritik wamen yang banyak di kabinet memperlihatkan tidak efisiensi dalam keuangan negara. Selain itu, sejumlah wamen juga diduga masih rangkap jabatan di luar kabinet
Bahkan, cenderung membuang-buang anggaran negara. Kenapa demikian? Karena selain menjabat sebagai wakil menteri beberapa wamen juga mempunyai posisi di luar kabinet,”
ujar Anang.
Menurut Anang, sejumlah wamen diketahui punya jabatan di luar struktur kementerian, termasuk posisi di perusahaan milik negara. Kondisi tersebut, kata dia, perlu jadi bagian dari evaluasi karena berkaitan dengan efektivitas jabatan sekaligus penggunaan anggaran.
Yang itu dalam tanda kutip sebagai sebuah kompensasi atas penghasilan mungkin yang dinilai tidak besar. Nah, misalkan duduk di Komisaris BUMN atau apapun lah yang itu juga mensuplai penghasilan dari wamen itu sendiri,”
kata Anang.







